[NOMINEE] Pinot, Animator Yang Hanya Gunakan Secarik Kertas Sebagai Media
Published 14 April 2018 by Mita Anandayu

Kapanlagi.com - Dunia seni memang tanpa batas. Hal itu pun dibuktikan oleh Wahyu Ichwandardi atau yang sering disapa Pinot. Pria yang kini tinggal di New York ini sudah begitu familiar dengan menggoreskan pensil dalam secarik kertas. Menurut pengakuan Pinot, sang ayah-lah yang mengenalkannya pada dunia animasi.

Bakat gambarnya ia tuangkan dengan membuat gambar bergerak. Bapak tiga anak ini menggunakan teknik stop motion yang kemudian ia padukan dengan obyek sekitar. Sehingga obyek yang ia gambar serasa hidup berpadu dengan benda-benda di sekitarnya.

Sketch karya Pinot. (Credit: twitter.com/pinot)

Uniknya, Pinot tak mau membuang banyak kertas untuk karyanya ini. Seperti yang ia tuturkan kepada Esquire pada tahun 2017 lalu, Pinot hanya ingin menggunakan secarik kertas untuk menggambar. Setelah menggambar, suami dari Dita ini memilih untuk menghapus hasil gambarnya untuk digunakan menggambar obyek lainnya.

Sebuah kebanggaan bagi seorang anak bangsa ketika hasil karyanya digunakan dalam sebuah video trailer film Star Wars: The Last Jedi. Pinot membuat karya ini dengan menggunakan komputer Apple klasik keluaran tahun 1984.

Pinot memanjakan para pecinta seni dan animasi dengan mengunggah hasil karyanya melalui video pendek di Vine, Steller, Snapchat maupun Twitter. Dengan media ini pula karya-karyanya juga menarik perhatian orang-orang yang belum mengenal animasi khasnya.

Pria yang memulai karirnya di salah satu stasiun televisi swasta sebagai news graphic designer pada tahun 1994 ini, kini memborong banyak pengakuan internasional. Pinot berhasil menjadi pemenang lewat kategori Vineography di ajang Shorty Awards, pemenang untuk kategori animasi dlaam Fast Film Fest. Tak hanya itu, Pinot juga masuk dalam nominasi kategori nimasi pada Festival Film Tribeca.

Pinot (Credit: twitter.com/pinot)

Pria yang hobi mengkoleksi gadget retro ini selalu mencoba mengenalkan dunia animasi. Menurutnya, proseslah yang terpenting dalam sebuah karya seni, bukan hasil itu sendiri. Baginya, susah yang ia rasakan ketika membuat sebuah animasi adalah bentuk yang harus dirasa untuk menjadi sebuah pengalaman yang berarti.

Pinot menjadi salah satu nominasi di ajang XYZ Day Awards 2018 lho. Jangan lupa buat vote Pinot di kategori arts supaya Pinot bisa jadi pemenang dalam XYZ Day Awards pada tanggal 25 April 2018 mendatang. Kamu bisa vote di SINI ya.

(kpl/mit)

More Update

MORE