Raditya Dika Terjang Perkembangan Teknologi Jadi Food Critics Makanan Kekinian!
Published 24 April 2018 by Dhefa Mauren Roos Mary

Kapanlagi.com - Raditya Dika, nama yang satu ini tentunya tak asing lagi di telinga kita. Pria yang satu ini dikenal berkat karya-karyanya yang menghibur. Tak heran jika karya-karyanya selalu dinantikan.

Sedikit flash back, pria bernama asli Dika Angkasaputra Moerwani ini mulai dikenal dari sebuah buku berjudul KAMBING JANTAN: SEBUAH CATATAN HARIAN PELAJAR BODOH. Jika ditilik kembali, Kambing Jantan adalah karya pertama Radit. Dimana KAMBING JANTAN tak hanya jadi karya debutnya, tapi juga rilisn fisik dari karya tulisnya.

Raditya Dika © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kambing Jantan sendiri dimulai dari sebuah blog dengan nama yang sama, yakni www.kambingjantan.com. Blog ini adalah tempat dimana Radit membagikan pengalamannya sebagai seorang mahasiswa di Adelaide, Australia, kala itu. Ditulis dalam bentuk personal essay alias diary, KAMBING JANTAN menjelama menjadi sebuah karya best seller dengan bahasa yang ringan dan juga menghibur. Bagaimana tidak, meski berisi tentang kisah keluh kesah di negeri seberang, Radit berhasil membungkus kisahnya ini dalam balutan sense of humor yang mengocok perut.

Tak butuh waktu lama, KAMBING JANTAN disusul oleh 6 buku baru. 6 buku ini diluncurkan dalam kurun waktu yang cukup stabil, yakni satu buku per tahunnya. Dimulai dari CINTA BRONTOSAURUS yang ditulis dalam format cerpen di tahun 2006, sampai MANUSIA SETENGAH SALMON di tahun 2011 tang lalu. Uniknya jika diperhatikan, keenam buku ini menggunakan nama binatang sebagai judulnya. Dari segi cerita, Radit berhasil menyuguhkan isu sehari-hari yang amat mengena di hati para pembacanya dengan cara yang fun. Apalagi kalau bukan melalui komedi.

Berawal dari buku, Radit berkembang menjadi sosok besar yang multitalenta. Beberapa bukunya kini telah diangkat menjadi film layar lebar, dimana ia juga turut terjun dalam bidang seni peran ini, baik sebagai penulis, sutradara, aktor, sampai pelawak.

Raditya Dika © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Bicara soal pelawak, Raditya Dika tak dapat dilepaskan dari citranya sebagai salah satu komika. Radit merupakan pioneer stand Up Comedy di negeri ini. Dimana kini kerja kerasnya dalam menghibur masyarakat Indonesia melalui sebuah penampilan singkat di atas panggung diapresiasi dengan sangat baik, bahkan diminati dan menjadi lapangan pekerjaan. Sebagai seorang pelopor, Radit ditunjuk menjadi seorang juri dan juga presenter pada ajang pencarian bakat komika di beberapa stasiun televisi tanah air.

Seiring dengan berkembangnya jaman dan teknologi yang semakin canggih, Radit tak mau tinggal diam. Radit memanfaatkan momen perkembangan jaman ini sebagai pintu rejeki baginya, contohnya saja dengan menjadi seorang vlogger kanal YouTube. Dengan popularitas yang ia miliki, akun YouTube Radit dibanjiri jutaan subscribers yang menggemari karya-karyanya.

Dari segi konten, vlog yang dibagikan oleh Radit hampir mencapai angka 700 buah. Vlog yang diupload pun tak melulu tentang penampilannya sebagai komika. Radit berani mengekslpore kontennya dengan hal-hal baru yang sedang digandrungi oleh people nowadays. Sebut saja food vlogging.

Baru-baru ini makanan menjadi salah satu konten yang mendapatkan banyak perhatian, apalagi kalau yang dibahas adalah makanan-makanan kekinian. Mulai dari sate taichan goreng, makanan dengan mangga yang hits, sampai pisang nugget!

Konten seperti inilah yang kalian jumpai di akun YouTube Raditya Dika. Dalam setiap penampilannya Radit akan ditemani oleh satu atau dua orang teman yang akan mereview makanan-makanan hits tersebut bersamanya. Nama besar dan juga kepandaiannya dalam berbicara juga masih menonjol di setiap vlognya. Radit tak ragu menyuarakan pendapatnya tentang makanan-makanan tersebut. Jadi tak heran jika kalian akan menemukan sejumlah komentar spontan dari pria yang satu ini. Seperti kebingungannya tentang motif dibalik terkenalnya sate taichan goreng yang sedang menjamur dimana-mana. Berbahan dasar sama, yaitu ayam, apakah yang membuat sate taichan goreng digandrungi? Apa yang membuat sate satu berbeda dengan yang lain meski memiliki out look yang sama?

Celetukan-celetukan yang ia keluarkan pun terasa begitu jujur dan apa adanya. Bahkan tak jarang komentar yang ia lontarkan terkesan credible dan dapat dipercaya dengan begitu mudah, meski ia bukanlah seorang food critics dengan background pengalaman puluhan tahun di bidang kuliner.

Karya yang jujur, serta kesan apa adanya terasa begitu kental dalam setiap karyanya. Tak heran jika setiap karya yang diluncurkan oleh pria kelahiran Jakarta ini selalu dinanti dan digemari.

(kpl/ren)

More Update

MORE